Sabtu, 05 Januari 2013

DIAGRAM PARETO

PENGERTIAN DIAGRAM PARETO

        Diagram Pareto dikembangkan oleh Vilfredo Frederigo Samoso pada akhir abad ke-19 merupakan pendekatan logic dari tahap awal pada proses perbaikan suatu situasi yang digambarkan dalam bentuk histogram yang dikenal sebagai konsep vital few and the trivial many untuk mendapatkan menyebab utamanya. Diagram Pareto telah digunakan secara luas dalam kegiatan kendali mutu untuk menangani kerangka proyek; proses program; kombinasi pelatihan, proyek dan proses, sehingga sangat membantu dan memberikan kemudahan bagi para pekerja dalam meningkatkan mutu pekerjaan.

PRINSIP PARETO


Prinsip Pareto (bahasa Inggris:The Pareto principle) (juga dikenal sebagai aturan 80-20) menyatakan bahwa untuk banyak kejadian, sekitar 80% daripada efeknya disebabkan oleh 20% dari penyebabnya Prinsip ini diajukkan oleh pemikir manajemen bisnis Joseph M. Juran, yang menamakannya berdasarkan ekonom Italia Vilfredo Pareto(15 July 1848 – 19 August 1923), yang pada 1906 mengamati bahwa 80% dari pendapatan di Italia dimiliki oleh 20% dari jumlah populasi

PENGERTIANYA
 
Dalam implementasinya, prisip 80/20 ini dapat diterapkan untuk hampir semua hal:

  •   80% dari keluhan pelanggan muncul dari 20% dari produk atau jasa.
  •   80% dari keterlambatan jadwal timbul dari 20% dari kemungkinan penyebab penundaan.
  •   20% dari produk atau jasa mencapai 80% dari keuntungan.
  •   20% dari tenaga penjualan memproduksi 80% dari pendapatan perusahaan.
  •   20% dari cacat sistem menyebabkan 80% masalah.
CARA MEMBUAT DIAGRAM PARETO

        Ada sembilan tahap yang tercakup dalam pembuatan diagram Pareto, seperti :

Kumpulkanlah data yang akan di teliti, Tetapkan data apa yang diperlukan dan bagaimana cara mengklasifikasi (mis.rusak berdasarkan tipe, lokasi, proses, mesin, pekerja dan metoda; item yang jarang muncul diringkas dalam judul “Lain-lain”)serta tetapkan metoda pengumpulan data dan perisipnya
Rencanakan lembaran catatan data yang mendaftar semua item, dengan menyediakan ruang untuk jumlah total
Isi lembaran catatan dan hitung jumlah total
Buat lembaran data diagram Pareto yang mendaftar semua item
Aturan item dalam urutan jumlah dan isilah lembaran data,serta item lain-lain di letakan di garis akhir.
Gambar 2 sumbu vertikal dan sebuah sumbu horisontal.
1. Sumbu vertikal
Tandailah sumbu vertikal kiri dengan skala dari 0 sampai total seluruhnya dan sumbu vertikal kanan dengan skala dari 0% sampai 100%
2. Sumbu horisontal
Bagilah sumbu ini dengan jumlah interval sampai jumlah item yang diklasifikasikan.
Buat diagram balok.
Gambar kurva kumulatif (kurva Pareto),
Tandai nilai kumulatif diatas interval kanan dari setiap item, dan hubungkan titik-titik tersebut dengan garis.
Tulis item-item yang diperlukan pada diagram :
1. Item yang berhubungan dengan diagram : judul, kuantitas sebenarnya, unit
2. Item yang berhubungan dengan data : periode, tempat penelitian,jumlah data 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar